Sistem Bank Susu terintegrasi berbasis rantai dingin, sensor mutu, dan digital traceability untuk stabilitas pasokan dan kualitas susu nasional.
SMBS menggabungkan pengolahan awal susu, pengendalian mutu berbasis sensor, sistem rantai dingin, serta pencatatan digital terintegrasi dalam satu ekosistem Bank Susu — mulai dari penerimaan susu segar dengan rapid cooling, penyaringan dan standarisasi awal, penyimpanan dalam tangki food-grade dengan cold storage terkendali, hingga distribusi yang terverifikasi mutu sebelum diserap industri pengolahan atau pasar konsumen.
Dibangun di atas rekam jejak tim dalam pengembangan mesin pengolahan susu dan sistem sensor, pengalaman merancang prototipe IoT dan sistem informasi, serta dua paten sederhana yang telah terdaftar — satu untuk sistem proses terkontrol, satu lagi untuk model AI/ML optimalisasi dan klasifikasi mutu yang menjadi dasar analitik pada Smart Milk Bank System. Teknologi telah melalui tahap uji fungsional dan siap diimplementasikan secara bertahap bersama mitra industri.
Pendinginan cepat & sensor mutu real-time mengendalikan kualitas sejak titik penerimaan susu.
Akumulasi dan manajemen stok meredam fluktuasi produksi harian peternak.
Setiap batch tercatat digital, mendukung audit keamanan pangan dan standar nasional.
Menurunkan susu terbuang akibat kerusakan mutu, meningkatkan nilai ekonomi susu lokal.
Dapat diterapkan pada skala kecil hingga menengah di berbagai wilayah Indonesia.
Berbeda dengan milk collection center atau cold storage IoT konvensional yang pasif, SMBS dirancang sebagai buffer system pasokan susu nasional yang aktif — menggabungkan:
Pengolahan awal susu terstandar, sensor mutu & pencatatan batch digital, serta manajemen rantai dingin terintegrasi.
Bank Susu sebagai intermediary aktif antara peternak dan industri — melakukan klasifikasi mutu, pengelolaan stok berbasis kebutuhan industri, dan pengendalian aliran distribusi.
Sistem dirancang compliance-ready: pengendalian mutu dan traceability disiapkan selaras dengan standar SNI dan BPOM, sehingga proses sertifikasi dan adopsi oleh mitra industri berjalan lebih cepat.